//
you're reading...
ARTIKEL

SUNAT/KHITAN/CIRCUMCISION

Khitan di Indonesia juga dikenal dengan sunat atau supit atau sirkumsisi jika mengambil serapan kata dari bahasa Inggris. Secara bahasa, khitan artinya memotong. Secara terminologis, khitan artinya memotong kulit yang menutupi alat kelamin laki-laki.

Khitan dalam Islam merupakan salah satu media pensucian diri dan bukti ketundukan pada ajaran agama.
Dalam hadits Rasulullah saw. bersabda: “Kesucian (fitrah) itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis dan memotong kuku.” (H.R. Bukhari Muslim).

Orang Yahudi dan Nasranipun mengenal sirkumsisi (circumcision) ini dan menjalaninya selain sebagai bagian ajaran yang mereka anut juga karena alasan kesehatan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa khitan atau sunat juga mempunya manfaat dalam kesehatan terutama dalam hal kebersihan alat kelamin sehingga WHO telah mengeluarkan rekomendasi untuk dilakukan khitan pada laki-laki karena akan bisa mengurangi resiko tertular PMS dan infeksi. Sehingga saat ini, sirkumsisi dilakukan oleh semakin banyak orang tanpa melihat background agama.

Seiring kemajuan pengetahuan dan tekhnologi yang ada, proses khitan atau sirkumsisi semakin mudah dan tidak menyakitkan. Ada beberapa metode sunat yang berkembang dewasa ini dan masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Akan tetapi, hal tersebut juga tergantung dari kondisi organ dan penanganannya.

Bagaimanapun, Allah dan Rasul-Nya tidaklah mungkin dengan memberikan tuntunan “khitan” yang membahayakan umat-Nya, justru sebaliknya akan semakin terungkap hikmah serta manfaatnya.

Discussion

Comments are closed.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3 other followers